Sabtu, 13 Februari 2010

KEKUATAN PRIBADI


Tuti Soediro 13 Februari jam 16:46
By Bayu Murti Today at 4:18pm

KEKUATAN PRIBADI



dari : A. B. SUSANTO *

________________________________________



Mengapa orang-orang tertentu mampu mencapai kesuksesan, sementara ada pula yang tidak kunjung sukses ? Semua orang ingin mencapai kesuksesan, akan tetapi hanya sedikit yang tahu bagaimana caranya untuk sampai ke sana. Salah satu kunci untuk mencapainya adalah kekuatan pribadi (personality power).



Bekal pertama yang harus Anda miliki dalam rangka membangkitkan kekuatan untuk dipergunakan menapaki perjalanan mencapai kesuksesan adalah keterampilan teknis, agar seseorang mampu melaksanakan pekerjaan pada bidang-bidang tertentu.



Setelah itu Anda harus memiliki keterampilan manajerial, yaitu keterampilan konseptual untuk memanfaatkan berbagai macam sarana dan fasilitas yang menjadi pendukung bidang pekerjaan Anda. Selanjutnya keterampilan yang tidak boleh Anda lupakan adalah keterampilan interpersonal, yang dapat diperlihatkan secara nyata dalam mengadakan kerjasama, bernegosiasi, lobbying, membangun jaringan kerja, dan sebagainya.



Keterampilan yang telah dijabarkan di atas barangkali sudah diketahui dengan baik. Namun ada dua hal yang acap kali dilupakan; yaitu hadir dengan citra diri yang benar (right image) dan kekuatan pribadi secara optimal.



Menampilkan Kekuatan Pribadi



Kekuatan pribadi berkaitan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Langkah pertama adalah bagiamana mempengaruhi orang lain langsung pada pandangan pertama. Pertama-tama yang dapat Anda lakukan adalah memperlihatkan perhatian yang tulus kepada orang-orang dan lingkungan di sekitar Anda. Perhatian yang Anda berikan dapat menjadi daya dorong bagi timbulnya suatu kekuatan untuk selalu bersikap positif dan tampil dengan kesan yang menyenangkan.



Berikutnya adalah bagaiamana caranya untuk mengarahkan orang lain agar betul-betul memperhatikan Anda, sehingga mereka mempunyai keinginan untuk mengenal dan mengetahui diri Anda lebih jauh. Kekuatan ini dapat dibangkitkan dengan cara menghilangkan kesan bahwa Anda berada di bawah orang lain. Anda tidak boleh menonjolkan bahwa Anda berada di bawah orang lain, walaupun secara struktural barangkali Anda memang berada di bawah orang-orang tertentu. Upaya ini dapat ditempuh dengan mempergunakan teknik penyamarataan (leveler technique).



Teknik ini mengajarkan agar Anda meminimalkan "kepatuhan". Pada dasarnya kepatuhan tidak dapat hilang sama sekali, dan kenyataannya Anda memang perlu memiliki kepatuhan terhadap beberapa orang pada posisi-posisi tertentu. Namun apabila Anda selalu siap dengan berbagai usulan dan inisiatif membuat Anda dapat meminimalkan kepatuhan. Di sini Anda harus memperlihatkan kemampuan untuk mengajukan pemikiran sendiri, sehingga membuat Anda mampu menempatkan diri sejajar dengan orang lain.



Kekuatan ketiga adalah kekuatan pribadi untuk membuat orang lain ingin melakukan sesuatu untuk kita. Untuk dapat memiliki kekuatan ini pertama-tama Anda harus menaruh kepercayaan kepada orang lain, dan memperlihatkan secara nyata bahwa kita yakin mereka mampu melakukan sesuatu yang Anda inginkan.



Untuk mencapai kekuatan ini Anda memerlukan teknik melihat dan menjadi. Di dalam teknik ini yang dimaksud dengan 'melihat' adalah melihat kekuatan diri sendiri yang hasilnya dapat digunakan untuk menjadikan diri sebagaimana yang Anda inginkan. Cara untuk 'menjadi' adalah katakan pada diri Anda sendiri, "Saya akan membangkitkan kekuatan diri saya sendiri". Perkataan positif yang demikian secara sadar maupun tidak sadar dapat mempengaruhi kondisi internal Anda, yang daya dorong untuk mendapatkan kekuatan pribadi yang lebih berkualitas.



Cara lain adalah memvisualisasikan di dalam pikiran Anda menyangkut kepribadian yang ingin Anda bentuk. Anda dapat mengindentifikasikan atribut serta kualitas kepribadian apa saja yang Anda butuhkan. Setelah itu Anda perlu mengevaluasi diri sendiri masa sekarang dan melengkapi diri dengan atribut dan kualitas kepribadian yang belum anda miliki. Ingatlah quit being whatever you are, quit seeing what you are, but see and be only what you are going to be! Dengan melihat keseluruhan diri sendiri kita dituntun untuk menjadi orang-orang yang melihat dunia orang lain dengan sudut pandang yang "berbeda", sehingga kita mampu tampil secara istimewa dan dipandang secara khusus pula oleh orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar